Al Quran Dan Shalawat sebagai Aplikasi Psikoterapi Jiwa Terhadap Kesehatan Mental Manusia

 

      Abstract

 

      Al Quran is one of the creations of Allah SWT. not only as a guide in Islamic religion, but also as one of the books that contains various benefits, meanings, and full of knowledge, AL - Quran and blessings are one form of psychotherapy that is very clear meaning for human life, especially for human mental health. It aims to achieve Islamic mental health and psychotherapy in accordance with AL Quran's guidelines. AL Quran and blessings are related to one another due to the many benefits for the human body and soul, then both of these are very necessary for Islamic mental care and psychotherapy so that the mental becomes healthy and always remembers Allah SWT. Many people do psychotherapy based on western psychology guidelines, so the healing that is done does not reflect at all the way Islam and the philosophers of Islamic psychology did before, such as if experiencing a particular mental disorder, then only rely on counseling and therapy with various methods that western psychologists show in their theory. This research uses a qualitative type method by means of observation and interviews with people who have experience in psychotherapy treatment. The results showed that Islamic psychotherapy based on AL Quran and blessings had not been fully carried out by most people.

 

Keywords: AL Quran, Psychotherapy, segue, mental health

 

 

 

 

 

 

                   Abstrak

Al Quran merupakan salah satu ciptaan Allah SWT. tidak hanya sebagai pedoman dalam agama islam, namun juga sebagai salah satu kitab yang mengandung berbagai manfaat, makna, dan penuh akan ilmu pengetahuan,. AL - Quran dan shalawat adalah salah satu bentuk dari psikoterapi yang sangat jelas makna nya bagi kehidupan manusia terutama bagi kesehatan mental manusia. Hal ini bertujuan untuk meraih kesehatan mental secara islami dan psikoterapi yang sesuai dengan pedoman AL Quran. AL Quran dan shalawat saling berhubungan satu sama lain dikarenakan banyaknya khasiat bagi tubuh dan jiwa manusia, maka kedua hal tersebut sangat dibutuhkan bagi perawatan jiwa serta psikoterapi secara islami agar mental menjadi sehat dan selalu senantiasa mengingat Allah SWT. Banyak orang melakukan psikoterapi berdasarkan pedoman psikologi barat, sehingga penyembuhan yang dilakukan tidak sama sekali mencerminkan sebagaimana agama islam dan para filsuf psikologi islam lakukan sebelumnya, seperti jika mengalami suatu gangguan jiwa tertentu, maka hanya mengandalkan konseling dan terapi dengan berbagai metode yang para psikologi barat tunjukkan dalam teori mereka. Penelitian ini menggunakan metode jenis kualitatif dengan cara observasi dan wawancara pada orang – orang yang memiliki pengalaman dalam perawatan psikoterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoterapi secara islami berdasarkan AL Quran dan shalawat belum sepenuhnya dilakukan oleh kebanyakan orang.

 

       Keywords : AL Quran, Psikoterapi, Shalawat, Kesehatan mental

 

 

 

 

 

     PENDAHULUAN

AL Quran merupakan salah satu pedoman dalam islam yang secara langsung menunjukkan manfaat yang begitu luar biasa dalam kehidupan manusia dan juga untuk menangani gangguan jiwa seseorang, baik itu sakit secara fisik maupun secara psikis. Para psikologi islam (para filsuf) lainnya telah menjadikan AL Quran secara penuh dalam menangani pasien yang mengalami gangguan jiwa, serta bagaimana agar manusia dapat memperoleh kesehatan mental yaitu melalui isi dari kandungan AL Quran itu sendiri.  Dalam memperoleh mental yang sehat juga dapat dilakukan melalui kebiasaan bershalawat, yang dimana pada hakikatnya shalawat tidak hanya membuat seseorang memiliki ketenangan jiwa, namun juga menjadikan seseorang lebih dekat dengan Allah swt. Beserta Nabi dan RasulNya. Tentu hal ini menunjukkan betapa besar manfaat dan makna bagi kehidupan dan jiwa manusia.

               Seperti yang telah kita ketahui, bahwa psikoterapi merupakan salah satu teknik terapi dari para psikologi barat yaitu dalam bentuk intervensi interpersonal, suatu bentuk relational yang dilakukan untuk membantu klien atau pasien dalam menghadapi problem – problem kehidupannya. Biasanya hal ini hanya dilakukan untuk mengurangi pengalaman subjektif yang dialami oleh pasien dan peningkatan perasaan kesejahteraan individual.  psikoterapis juga memiliki batasan teknik – teknik  yang berdasarkan pengalaman membangun hubungan, perubahan dialog, komunikasi dan perilaku yang dirancang untuk memperbaiki kesehatan mental pasien atau memperbaiki hubungan kelompok seperti hubungan keluarga. Sehingga tidak sepenuhnya pasien benar – benar sembuh sepenuhnya, dikarenakan dalam hal ini psikoterapi yang diberikan yang diberikan hanya sebagai pengurangan akan masalah yang dihadapi oleh pasien.

Dapat diketahui bahwa penulis meneliti akan perbedaan dari adanya psikoterapi dengan sistem barat dan sistem islam, hal ini dilakukan karna sangat banyaknya orang tidak begitu mengetahui akan sangat bergunanya AL Quran dan Shalawat bagi kesehatan mental manusia serta dapat menjadi panduan atau pedoman bagi orang – orang yang melakukan psikoterapi dengan tujuan agar terlaksana secara islami berdasarkan apa yang telah para psikologi islam dan para filsuf terapkan dalam memberikan psikoterapi terhadap pasien mereka. Oleh karena itu, sangat penting hal tersebut untuk diteliti, agar siapapun yang memberikan konseling atau terapi dan sejenisnya dapat mencari tahu lebih lanjut penanganan seperti apa yang harus diberikan kepada pasien yang mengalami berbagai gangguan psikologis maupun fisik dengan berdasarkan ilmu pengetahuan psikologi islam  bukan dengan metode psikologi barat.

           Dikarenakan begitu banyak yang telah dijumpai orang – orang melakukan perawatan psikologis dengan mengacu pada psikologi barat dibandingkan psikologi islam, Tentu hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, akan tetapi justru akan memudahkan penulis melakukan penelitian terhadap hal ini dan mengapa judul penelitian ini menjadi topic pembahasan yang akan penulis teliti. Maka oleh karena itu, penulis mencoba mencari berbagai informasi yang akurat dan benar adanya akan penelitian tersebut. Sehingga penelitian ini tidak hanya sekedar memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai psikologi islam beserta cara filsuf menangani pasien dengan gangguan psikologis secara islami, namun juga memberikan pengetahuan yang baru bagi yang belum memahami sepenuhnya akan psikoterapi secara islami yang berdasarkan psikologi islam dan bagaimana para filsuf melakukannya.

            penulis melakukan penelitian ini dengan mengamati dan mencatat berbagai kegiatan orang – orang ketika menghadiri suatu majlis atau mesjid dengan tujuan untuk mengaji dan mendengarkan tausiyah serta berbagai hal yang berkaitan dengan ibadah lainnya seperti sholat, dan bershalawat hingga berdakwah. Penulis menggunakan metode tersebut dikarenakan lebih memudahkan dalam mendapatkan informasi serta cenderung membuat penelitian ini lebih ke arah positif tanpa mengandung unsur – unsur pelecehan agama atau nama para psikologi barat.

 

        KERANGKA TEORI

A.    AL Quran

AL Quran merupakan salah satu bentuk mukjizat yang diciptakan oleh Allah swt. Begitu luar biasa Yang diwahyukan oleh Allah kepada RasulNya. AL quran adalah suatu pedoman manusia yang paling sempurna dibandingkan yang lainnya. Hal ini dapat kita ketahui dari  berbagai pendapat ahli maupun para filsuf psikologi islam yang begitu penuh mempercayakan AL quran dan hadist sebagai panduan mereka dalam memahami jiwa manusia dan bagaimana memberikan penanganan terhadap pasien yang mengalami gangguan jiwa. Berbagai pendapat tentang AL quran begitu banyak telah dikemukakan, hingga dapat diketahui bahwa AL Quran itu sendiri ialah suatu kalamullah yang bersifat mu’jizat dan diwahyukan oleh Allah swt kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat jibril secara mutawwatir untuk dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi setiap umat islam yang ada di bumi ini.  Dapat diketahui pula, bahwa AL quran merupakan sumber yang harus dijadikan sumber hukum dan pedoman dalam kehidupan sehari – hari manusia. ( M. Quraish Shihab, Membumikan AL Quran, 2008 ). 

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa AL Quran merupakan salah satu pedoman paling penting dalam segi kehidupan, yang dimana ketika seseorang ingin mencari tahu tentang kebenaran akan suatu hal dalam kehidupan maupun yang lainnya, maka AL Quran adalah petunjuk yang paling tepat dan nyata benar adanya, tidak hanya itu saja, AL Quran memiliki banyak sekali keterikatan akan berbagai masalah kejiwaan manusia serta ruang lingkup didalamnya, seperti tentang ruh, nafsu, penyakit hati, dan berbagai jenis lainnya. Dalam segi jiwa maupun psikologis, Al Quran merupakan salah satu kitab suci yang diyakini memiliki energi daya gugah yang luar biasa pengaruhnya, serta dapat melemahkan dan menguatkan jiwa seseorang. Seperti yang telah kita ketahui seperti peristiwa Umar Bin Khattab RA. Yang dimana ketika setelah beliau membaca lembaran ayat – ayat AL Quran, begitu tergugah hati dan jiwanya hingga menjadi bukti akan kemu’jizatan akan AL Quran itu sendiri. AL Quran disini juga dibuktikan dari dampaknya yang begitu luar biasa bagi kesehatan mental manusia terutama dalam kehidupan sehari hari. 

Allah swt. Telah berfirman “ sesungguhnya orang – orang mukmin ( yang sempurna ) adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, akan bergetar hati mereka, dan ketika dibacakan kepada mereka ayat – ayat Allah, maka semakin bertambah imannya ( QS. AL Anfal, ayat 2). Telah banyak sekali riset penelitian yang meneliti akan kesehatan psikologis manusia, dan hasilnya sangat disayangkan, karna seiring bertambahnya tahun, maka semakin banyak pula orang – orang yang mengalami gangguan psikologis yang sangat berdampak pada kesehatan fisik seseorang hingga tampak begitu merosot. Kemudian kembali lagi pada aspek dari segi AL Quran itu sendiri, sangat berbeda dengan disiplin ilmu psikologi barat yaitu menggunakan terapi CBT ( cognitive behavior therapy) sebagai salah satu terapi psikologis yang digunakan berfokus pada pembentukan perilaku, dan terapi ini telah berkembang begitu pesat hingga banyak pasien yang telah merasakan dampaknya seperti pasien yang mengalami stress, depresi, dan kecemasan, fobia dan gangguan lainnya.

   Lalu bagaimana dengan AL Quran? Tentunya AL Quran memiliki cara yang luar biasa sederhana namun berdampak begitu besar bagi kehidupan, penyakit fisik atau psikis telah diuraikan dengan begitu jelas penanganannya dalam Ayat – ayat Al Quran, yaitu penyakit psikis atau gangguan secara psikologis berasal dari kognitif dan pemikiran yang negative, sehingga penanganan dalam Al Quran yaitu dengan ikhlas, terapi memaafkan, meningkatkan religiusitas, kesabaran yang terus dipertahankan, serta berbagai hal lainnya dengan perilaku yang sederhana seperti bersyukur akan sesuatu yang telah didapatkan maupun dialami. Dapat diduga bahwa orang yang mengalami berbagai gangguan fisik sebenarnya dipicu oleh gangguan psikologis. Seperti contoh orang yang menderita gangguan lambung atau maag ( radang ), sebenarnya bukan lambungnya yang bermasalah, namun gangguan mental emosional nya, seperti rasa sedih yang berlarut - larut mengakibatkan seseorang lebih mudah merasakan sakit fisik yang cenderung memiliki dampak yang dapat dilihat secara langsung seperti berat badan, kondisi fisik menurun ( demam, flu atau pilek ) dan berbagai gejala fisik lainnya.

 

B.     Shalawat

             Shalawat adalah suatu bentuk bacaan yang memiliki makna luar biasa dalam setiap pengucapannya sama layaknya seperti AL Quran, namun shalawat memiliki beraneka ragam nada, irama, serta cara membaca atau biasanya dengan cara bersenandung tidak seperti bacaan ayat AL quran yang dibaca dengan tartil, namun juga berirama seperti bacaan qori. Akan tetapi, shalawat harus jelas asal usulnya, yaitu tidak dha’if ( lemah ), sangat dha’if, madhu’ atau palsu. Dan shalawat yang dibuat – buat oleh ahli bid’ah sangat tidak dianjurkan untuk dibaca, sudah banyak sekali dijumpai bahkan hingga ratusan shalawat yang dibuat dengan sebutan ini dan itu. oleh karena itu, tidak boleh sembarangan dalam shalawat ini, karna sangat berpengaruh bagi agama islam dan bagi yang mendengarkan atau membaca shalawat ini. Dapat diketahui pula bahwa shalawat juga dibagi secara global dan salah satu nya yaitu shalawat yang disyari’atkan, shalawat yang disyari’atkan merupakan shalawat yang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Syaikh Al Albani rahimullah dalam kitab shifat shalat nabi menyebutkan ada tujuh bentuk shalawat dari hadits –hadits Rasulullah SAW .( Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al ‘Abbad, fadh-lush shalah.hlm 15 ).

Maka dari hal ini sangat di anjurkan agar membacakan shalawat yang di syari’atkan oleh Rasulullah SAW. Bukan dengan membacanya terlalu keras, dan bukan diiringi dengan alat musik, yaitu dengan pelan atau sirr, dan tenang. Karna shalawat juga merupakan doa yang berisikan dzikir didalamnya. Shalawat menjadi sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan kehidupan manusia, begitu banyak makna yang luar biasa didalam shalawat ini, terutama ketika waktu yang dianjurkan untuk membaca shalawat juga dilakukan dengan tepat seperti yang telah Rasululah anjurkan. Oleh karena itu, shalawat begitu luar biasa manfaat dan khasiat nya bagi siapapun yang membacanya, baik itu bagi orang yang sakit fisik, psikis, maupun yang lainnya. Meraih kesehatan mental melalui psikoterapi dengan shalawat nabi ini sangat baik untuk memperoleh kesejateraan jiwa dalam kehidupan sehari – hari manusia.

 

C.     Psikoterapi

Psikoterapi merupakan usaha seorang terapis untuk memberikan pengalaman baru bagi orang lain, pengalaman ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengelola distres subjektif. Ini tidak dapat menubah problem pasien yang ada. Tetapi dapat meningkatkan penerimaan diri sendiri, mempebolehkan pasien melakukan perubahan kehidupan dan menolong pasien agar mengelola lingkungan secara lebih efektif. Psikoterapi juga merupakan suatu perawatan dengan menggunakan alat – alat psikologik terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan professional dengan pasien, yang bertujuan untuk :

1)      Menghilangkan, mengubah atau menurunkan gejala – gejala yang ada.

2)      Memperantarai perbaikan pola tingkah laku yang terganggu dan

3)      Meningkatkan pertumbuhan serta mengembangkan kepribadian yang positif.

Dapat diketahui pula bahwa psikoterapi ialah suatu intervensi interpersonal, relational yang digunakan oleh psikoterapis untuk membantu pasien atau klien dalam menghadapi problem – problem kehidupannya. Biasanya hal ini meliputi peningkatan perasaan sejahtera individual dan mengurangi pengalaman subjektif yang tidak nyaman. Psikoterapis memakai suatu batasan teknik – teknik yang berdasarkan pengalamannya membangun hubungan, perubahan dialog komunikasi dan perilaku yang dirancang untuk memperbaiki kesehatan mental pasien atau klien, atau memperbaiki hubungan kelompok  (seperti dalam keluarga ). ( Guilfoyle, M. 2005 ).

Dari penjelasan diatas, maka pemahaman tentang psikoterapi menurut disiplin ilmu psikologi barat dengan psikologi islam tentu sangat berbeda atau melebihi dari apa yang telah dijelaskan. Dalam psikologi islam, psikoterapi yang dimaksud ialah membuat seseorang lebih dekat dengan Allah swt. Serta menjadikan manusia menjadi lebih baik dan selalu dekat dengan sang penciptanya. Membaca AL quran atau mendengarkan lantunan ayat suci Al quran serta membaca Shalawat nabi adalah salah satu bentuk dari psikoterapi secara islami, meskipun membutuhkan durasi waktu yang sedikit lebih lama, namun psikoterapi dalam media yang seperti ini juga memiliki efek dan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan terapi yang menggunakan alat terapis lainnya. 


D.    Kesehatan mental

Ilmu kesehatan mental merupakan terjemahan dari istilah mental hygiene. Mental berasal dari kata latin yaitu mens, mentis yang berarti jiwa, nyawa, sukma, roh, dan semangat, sedangkan hygiene berasal dari kata yunani hygiene yang berarti ilmu tentang kesehatan. Jadi ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang membicarakan kehidupan mental manusia dengan memandang manusia sebagai totalitas psikofisik yang kompleks, kemudian dapat diketahui pula kesehatan mental juga merupakan terwujudnya keserasian yang sungguh – sungguh antara fungi – fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya sendiri dan lingkungannya, yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan, serta bertujuan untuk mencapai hidup yang bermakna damn bahagia di dunia dan di akhirat.

        Definisi ini memasukkan unsur agama yang sangat penting dan harus diupayakan penerapannya dalam kehidupan, sejalan dengan penerapan prinsip – prinsip kesehatan mental dan pengembangna hubungan baik dengan sesama manusia. Ilmu kesehatan mental juga merupakan ilmu kesehatan jiwa yang memasalahkan kehidupan rohani yang sehat, dengan memandang pribadi manusia sebagai suatu totalitas psikofisik yang kompleks. Lalu menurut paham ilmu kedokteran tentang pengertian kesehatan mental ialah, suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

berdasarkan penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa kesehatan mental mempunyai sifat – sifat yang harmonis ( serasi ) dan memperhatikan semua segi – segi dalam penghidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Dan kesehatan mental juga dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor nternal dan aktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri individu yang terdiri dari : kepribadian, kondisi fisik, perkembangan dan kematangan, kondisi psikologis, keberagaman sikap menghadapi problema hidup dan keseimbangan dalam berfikir. Dan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri individu yang terdiri dari  : keadaan ekonomi, budaya dan kondisi lingkungan, baik lingkungan keluarga, masyarakat, maupun lingkungan pendidikan. ( Darajat dalam bukhori & bastaman, 2006, 2001 ).

kesehatan mental dalam perspektif psikologi islam dapat dilihat menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “ psikologi agama ” bahwa : “ kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi ( penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yaitu Allah swt). Dan kesehatan jiwa ( mental ) dalam islam memandang bahwa keterikatan kepada Allah sebagai sumber kebahagiaan, sehingga kebahagiaan dunia dan akhirat sebagai tolak ukur kebahagiaan sejati.( HR.Tirmidzi, Hollins, 2006).

 

 PEMBAHASAN

Dapat diperhatikan dari keseluruhan penjelasan yang diuraikan oleh penulis terdapat banyak sekali diantaranya yang menguraikan penjelasan dari beberapa ahli ilmu agama dan ilmu psikologi yang mengungkapkan teori mereka terhadap AL quran, psikoterapi, kesehatan mental, dan shalawat. Kemudian penulis mencoba mencari perbedaan dari keseluruhan penjelasan yang ada, hingga dapat kita ketahui bahwa mungkin tidak terlihat begitu banyak perbedaan dari para ahli ilmu psikologi barat dengan para ahli ilmu psikologi islam uraikan. Akan tetapi, ada beberapa perbedaan yang dapat kita ketahui berdasarkan hal ini, yaitu pada segi psikoterapi menurut para ahli psikologi barat, Psikoterapi merupakan usaha seorang terapis untuk memberikan pengalaman baru bagi orang lain, pengalaman ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengelola distres subjektif. Ini tidak dapat mengubah problem pasien yang ada. Tetapi dapat meningkatkan penerimaan diri sendiri, memperbolehkan pasien melakukan perubahan kehidupan dan menolong pasien agar mengelola lingkungan secara lebih efektif. Psikoterapi juga merupakan suatu perawatan dengan menggunakan alat – alat psikologik terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan professional dengan pasien. Sedangkan dalam segi perspektif psikologi islam itu sendiri, psikoterapi diberikan kepada pasien dengan tujuan membuat seseorang lebih dekat dengan Allah swt. Serta menjadikan manusia menjadi lebih baik dan selalu dekat dengan sang pencipta atau khaliqnya. Psikoterapi atau terapi yang diberikan berupa, membaca ayat – ayat suci Al Quran atau mendengarkan lantunan ayat suci Al quran ( murottal ) serta membaca Shalawat nabi yang dimana merupakan salah satu bentuk dari psikoterapi atau terapi secara religius ( rohani ). 

lalu begitu pula dengan kesehatan mental yang telah dijelaskan oleh para ahli psikologi barat dan psikologi islam, yang dimana kedua ilmu psikologi tersebut memandang kesehatan mental dengan perspektif yang berbeda – beda, yaitu menurut beberapa tokoh ahli psikologi seperti  pilgrim, diener, fordyce, emmons, larsen, dan yang lainnya dari yang mendefinisikan kesehatan mental sebagai keadaan positif dari kesejahteraan psikologis ( psychologycal well –being ), orang dengan mental yang sehat yaitu orang yang matang, seperti yang diungkapkan oleh Allport, kemudian orang berfungsi sepenuhnya , orang yang produktif, orang yang mengaktualisasikan diri, orang yang terindividuasi, dan orang yang mengatasi diri. kesehatan mental dalam perspektif psikologi barat berpusat diri pada manusia, sehingga membahayakan jiwa manusia, karena pada kenyataannya manusia memiliki keterbatasan dalam mengatasi permasalahan hidup. 

sedangkan pada persepktif psikologi islam tentunya sangat berbeda, pada hakikatnya kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan melalui penyesuaian diri secara resignasi ( penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yaitu Allah swt). Dan kesehatan jiwa ( mental ) dalam islam memandang bahwa keterikatan kepada Allah sebagai sumber kebahagiaan, sehingga kebahagiaan dunia dan akhirat sebagai tolak ukur kebahagiaan sejati. Dalam paradigma islam justru meniadakan self ( diri ) untuk diserahkan kepada Allah. Pilar islam adalah kalimat lailaha ilallah, tiada Tuhan selain Allah menyuruh manusia meniadakan semua keterikatan kecuali hanya kepada Allah swt. 

Kemudian dalam pembahasan ini persamaan yang dapat ditemukan oleh penulis juga tidak jauh berbeda, karna para ahli ilmu psikologi tersebut sama – sama menunjukan bahwa dalam menangani pasien dengan gangguan jiwa harus dilakukan dengan cara atau metode yang tepat dan sesuai dengan apa yang diderita oleh klien atau pasien. Baik itu dengan cara psikoterapi maupun dengan terapi lainnya. Namun tidak seluruhnya apa yang telah di jelaskan dan disebutkan oleh para ahli ilmu psikologi barat itu benar adanya jika belum di teliti lebih lanjut, sehingga harus diperhatikan dengan sebaik mungkin oleh para terapis atau psikolog dalam memberikan penanganan atau perawatan psikologis kepada pasien atau klien. Maka dengan itu sangat dianjurkan sebagai umat yang beragama Islam dan juga yang lainnya agar mempertahankan apa yang telah Allah dan RasulNya anjurkan kepada manusia melalui Al quran dan shalawat serta hadist yang ada.

 

            KESIMPULAN

Menurut penjelasan yang telah diuraikan oleh penulis akan dampak dari AL quran dan shalawat sebagai psikoterapi jiwa terhadap kesehatan mental manusia, maka dapat disimpulkan bahwa dalam kehidupan ini seseorang tentunya sangat membutuhkan perawatan jiwa yang sesuai dengan gangguan yang dialaminya, baik itu stres, kecemasan, depresi, serta gangguan psikologis lainnya. Berbagai anjuran telah dikemukakan oleh berbagai ahli ilmu psikologi barat, namun tidak seperti perawatan atau psikoterapi yang diberikan oleh para ahli ilmu psikologi islam, yang dimana mereka mengutamakan Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk dalam menangani pasien yang mengalami gangguan jiwa serta shalawat sebagai penunjang yang juga berdampak besar bagi kehidupan seseorang hingga membuat kesehatan jiwa atau mental manusia menjadi lebih baik, serta juga membuat seseorang menjadi begitu dekat dengan Allah swt. Dengan menjadikan manusia beriman dan bertakwa hanya kepada Allah swt.

 

 

 

 

 

      DAFTAR PUSTAKA

AL Quran Dan Terjemahannya

Shihab, M.Quraish ( 1994 ). Membumikan Al Quran. Mizan, khazanah ilmu – Ilmu Islam.

https : // wahdah.or.id/manfaat-dan keistimewaan-shalawat/

Hollins, S. (2006). Religions, culture, and health care. United Kingdom : Rad cliffe Publishing Ltd.

Pilgrim, D. ( 2014 ).  Key concept in mental health ,  3rd  edition. Sage.

Taufiq, M. I.( 2006 ). Panduan lengkap dan praktis psikologi islam.Gema Insani Press.

 




Berikut penjelasan dari saya semoga bermanfaat dan membantu teman - teman dalam memahami psikoterapi dalam islam beserta kaidah yang terkandung dan metode yang digunakan didalamnya..
sekian terima kasih. 

 

 

 

 

 

Komentar